Jumat, 07 Juni 2013

Sahabat atau Pacar???

     Seperti biasa aku dan teman-teman ngobrol di depan kelas yang terletak di ujung lorong sambil menunggu bel masuk berbunyi. Tepat jam 7 bel berbunyi, kami masuk dan mengakhiri obrolan yang belum selesai. Hening, sepi dan suara merdu sesekali terdengar dari setiap kelas. 6 jam berlalu dan bel  berbunyi, kami segera merapikan buku-buku pelajaran karna sudah waktunya pulang.
            “Ra, makan bakmie dulu yuk? Kita ajak anak-anak yang lain.” Ita mengajak teman-teman yang lain ngumpul dulu sambil ngelanjutin obrolan tadi pagi yang belum selesai.  Suasana sekolah yang hampir sepi karna anak-anak sudah pulang semua.

“End Of August 31”


          Di pagi hari yang cerah disudut kota, sudah tampak dari kejauhan segerombolan anak – anak muda yang sedang berkumpul dengan pembicaraan mereka masing – masing. Ada yang disudut gedung, depan gerbang, pinggir jalanan bahkan ada sebagian anak yang sudah ada didalam ruangan dan menikmati pemandangan sekitar mereka.
            Semua terlihat sama dari kejauhan, pakaian mereka terlihat rapi dan formal. Walaupun bentuk, ukuran dan motifnya beda.    Raut wajah mereka pun berbeda – beda. Ada yang senang, ada yang deg – degan, ada yang tegang, ada juga yang sedang menangis di pinggir jalanan.

My Younger Sister




Seperti biasa setiap pagi Sany harus merapikan rumahnya dan menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Itu semua dilakukan bukan karna dia anak tiri ataupun orang tuanya yang menyuruhnya. Sany melakukannya karna Mamanya sudah 9 bulan mengandung calon adiknya. Karna tidak mau terjadi hal yang tak diinginkan, Sany rela melakukannya.